29.05.2017 17:00 - dalam: Liga Champions S

      Chiellini inginkan performa luar biasa

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Sang pemain bertahan Bianconeri: “Real Madrid adalah tim hebat. Seketika anda kira sedang berada di puncak, mereka bisa menyakiti anda.”

      Giorgio Chiellini diistirahatkan. Karena laga di Cardiff tinggal beberapa hari lagi, pikirannya tetap benar-benar fokus pada apa yang akan dihadapi Juve dalam pertandingan terbesar mereka musim ini.

      PELAJARAN DARI BERLIN

      “Kami akan menggunakan pengalaman kami dari Berlin dua tahun yang lalu dalam persiapan menjalani laga final ini,” ujar sang pemain bertahan. “Ini adalah final kedua kami dalam tiga tahun dan itu jelas berarti sesuatu. Kami akan tetap tenang pekan ini. Kami juga bersemangat di awal laga final tahun 2015 dan kami kebobolan di babak pertama. Bahkan ketika kami kembali menyeimbangkan laga mereka merespon karena kami lini pertahanan kami waktu terlalu terbuka. Kami tidak ingin melakukan kesalahan yang sama dua kali meski saya cenderung mengambil hal-hal positif dari pengalaman-pengalaman yang lalu, bahkan yang tidak menggembirakan sekalipun.”

      Pandangan-pandangan Chiellini jelas merefleksikan betapa nyamannya Juventus berada di puncak kompetisi Eropa.

      “Tahun lalu kami tersingkir dengan kepala tegak di menit ke-90 dan kini kami sekali lagi mempersiapkan diri untuk sebuah final. Saya yakin disitulah klub seharusnya berada secara konsisten – setidaknya di perempat final setiap tahunnya. Liga Champions saat itu ditentukan dengan selisih yang bagus tapi itu adalah rencana klub kini kami telah membangun kembali diri kami di kancah domestik.

      PENDEKATAN TERHADAP PERTANDINGAN

      “Bagaimana kami mengawali pertandingan akan menjadi krusial. Kami harus terorganisir – itulah yang esensial dalam satu pertandingan tunggal dan hal itu memberi anda peluang terbaik dalam membaca permainan. Kami bertemu dengan sebuah tim yang menjuarai trofi ini dua kali dalam tiga tahun terakhir.”

      “Mereka kini bahkan lebih berbahaya karena seketika anda mengira anda sudah menguasai pertandingan, mereka menghantam. Kami mereka kami telah mengembangkan diri dalam dua tahun terakhir dan skuat menjadi lebih baik tapi kunci segalanya adalah keinginan kuat untuk berusaha lebih keras. Dalam sebuah laga Final Liga Champions anda tidak hanya harus berupaya sesempurna mungkin tetapi juga bekerja melampaui kemampuan anda.”

      Satu kata untuk lawan: “Kami mengetahui segala hal tentang mereka tapi tentunya mulai hari ini kami akan mempelajari mereka dengan seksama. Contohnya, kami harus menemukan bagaimana pola permainan mereka berubah tergantung apakah Isco atau Bale yang turun bermain. Saya pikir mereka berdua sama-sama pemain yang bagus tapi keduanya berbeda. Jelas kami tahu bahwa alangkah konyol memberi tim seperti itu kesempatan.”

      SKUAT JUVE

      Giorgio, sebagai bek di salah satu sisi lapangan, juga menggambarkan semangat tim Juve dan kemampuan rekan-rekan setimnya.

      “Kami terdiri dari banyak pemain dan kami berbeda satu sama lain,” jelasnya. “Menciptakan skuat seperti yang kami punya adalah suatu formalitas. Kami punya para pemain asal Amerika Selatan yang selalu mampu menaikkan tensi laga. Sepanjang minggu ini kami seperti sedang bersantai bersama tapi di hari pertandingan kami memberikan segalanya.”

      Kemudian ada lini belakang yang menampilkan sejumlah veteran tapi wajah-wajah muda pula: “Tempat di lini belakang terdiri dari Bonucci, Barzagli dan saya tapi kita tidak boleh lupa kami memiliki dua bek tengah lainnya yang bisa tampil sejak awal laga jika bermain untuk klub lain. Kami semua adalah para pemain kelas dunia dan masing-masing kami memiliki karakteristik individual sendiri-sendiri.”

      Di belakang mereka semua ada Gigi: “Saya tidak sepakat dengan orang-orang yang mengklaim Buffon harusnya menjuarai Ballon d’Or atas apa yang dulu telah ia capai. Ia pantas mendapatkan itu karena tingkat penampilan yang ia tunjukan saat ini. Saya merasa beruntung bermain di depannya selama hampir sepanjang karir saya dan saya tidak dapat mengingat apa rasanya tidak ada dirinya di belakang saya yang membuat penyelamatan-penyelamatan sulit nampak mudah.”

      Chiellini menambahkan: “Selain itu saya tidak melihat akan banyak perubahan, setidaknya dalam jangka waktu pendek ini. Tentunya selama bertahun-tahun ke depan pemain yang asing akan datang dan pergi tapi perubahan adalah bagian dan parselnya sepakbola.”

      TITIK BALIK

      Akhrinya, Giorgio menggambarkan periode krusial musim ini yang berakhir pada hari Sabtu nanti: “Soal permainan kami, tergantung pada susunan pemain dalam formasi. Kami memenangkan banyak pertandingan sebelum laga Final nanti walaupun dengan ketegangan yang lebih sedikit. Jika saya harus memilih mana laga terbaik di Liga Champions yang kini berlangsung, saya akan memilih pertemuan dengan Barcelona. Sangat jarang kami bisa menjaga gawang kami tidak kebobolan dalam dua laga melawan para pemain sebagus mereka.”

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK