21.05.2017 17:00 - dalam: Serie A S

    Juventus Stadium, Sang #LE6END

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Kandang Juventus telah menjadi arena sempurna bagi enam gelar liga nan legendaris.

    Semuanya dimulai pada 8 September 2011, hari ketika Juventus Stadium dibuka dengan cara yang indah. Tapi era baru benar-benar baru dimulai beberapa hari kemudian saat dilangusngkannya pertandingan kompetitif perdana klub di stadion ini, pada 11 September.

    Parma adalah lawan pada hari pembuka itu pada musim 2011/12 dan setelah laga berlangsung 16 menit Stephan Lichtcteiner mencetak gol pertama Juventus di kandang mereka sendiri.

    Stephan adalah satu di antara sejumlah pemain Juventus yang menjuarai enam Scudetti. Mungkin sudah nasibnya bahwa pemain lain di antara para punggawa yang telah menjuarai enam gelar liga yang luar biasa ini menemui jala gawang lawan tujuh menit sebelum laga usai, dalam diri seorang Claudio Marchisio.

    Sejak saat itu Bianconeri telah mengubah Juventus Stadium hampir seperti benteng yang tak dapat ditembus, secara konsisten mempertahankan salah satu dari rekor-rekor kandang paling mengagumkan di lima liga top Eropa. Selama enam tahun mereka memenangkan 96 dari 114 pertandingan, mencetak total 253 gol dan meraup jumlah besar 303 poin dengan rata-rata 2,66 poin per-pertandingan.

    Fakta bahwa Sang Nyonya Tua telah memenangkan 25 pertandingan liga secara beruntun di Juventus Stadium lebih dari satu kali cukup menjadi bukti akan kekuatan mistis sebuah arena yang menggambarkan dominasi di kancah domestik sejak peresmiannya pada September 2011.

    Sebuah hasil imbang melawan Torino pada Derby della Mole dua pekan yang lalu mungkin telah mengakhiri rentetan 33 kemenangan beruntun sejak September 2015, namun Juve masih tak terkalahkan di kandang sejak laga pembuka musim lalu, mencetak gol dalam setiap laga dari 37 pertandingan selama periode tersebut.

    Namun cerita sukses Juventus Stadium bertahan jauh melampaui garis-garis putih. Publik tuan rumah telah memainkan satu bagian besar dalam kesuksesan terakhir klub. Ini membuktikan mereka benar-benar pemain ke-12.

    TIKET YANG SELALU HABIS TERJUAL

    Apa yang kami katakan soal pemain ke-12? Publik tuan rumah selalu merespon dengan manis kepada para punggawa Bianconeri yang turun ke lapangan. Musim lalu, kursi-kursi Juventus Stadium terjual habis 24 kali dari 25 kali penjualan di semua kompetisi dengan 29.300 tiket musiman terjual.

    Bianconeri menjuarai gelar dalam keseluruhan enam musim di Juventus Stadium, tiket pertandingan terjual 83% dari laga-laga mereka di liga di masa itu dengan rata-rata 98% kursi terisi (belum termasuk seksi tamu) di setiap laga. Tidak berlebihan jika dikatakan Juventus Stadium hampir selalu penuh dan bergemuruh.

    Dengan kata lain, lebih dari satu juta fans hadir dan menyaksikan langsung pertandingan-pertandingan di Juventus Stadium dalam enam tahun terakhir.

    SETIAP LAGA ADALAH SEBUAH PERTUNJUKAN

    Kami menjelaskan di sini betapa Juventus Stadium adalah detak jantung pertunjukan yang ditampilkan pasukan Bianconeri setiap kali mereka turun bermain, berkat kerja keras sejumlah besar FANS, PETUGAS KEAMANAN, STAF KATERING dan PARA PEKERJA untuk memastikan acara berlangsung dengan baik.

    Bahkan, keajaiban musim ini sudah terjadi bahkan sebelum laga dimulai dengan sebuah “pertunjukan cahaya” berkat kemitraan klub dengan Philips Lighting Italia S.p.A.

    Sedikit statistik: 396 peralatan LED telah dipasang di bagian atap dan papan-papan sponsor, 72 lebih banyak dari fasilitas sebelumnya. Sistem ini juga menjamin hematnya konsumsi energi sebesar 175 kW, belum termasuk kelebihan-kelebihan tambahan yakni bisa memilih kemana cahaya-cahaya diarahkan. Kelebihan ini juga diterapkan pada 116 peralatan yang dipasang di pilar-pilar dan di bawah papan-papan sponsor.

    Kesemuanya itu dibuat mungkin berkat upaya-upaya sekelompok orang yang membongkar-pasang lampu-lampu sorot sebelum laga pembuka musim 2016/17 di Juventus Stadium. Pekerjaan ini melibatkan aktivitas memindahkan dan menempatkan 24.000 kg baja anti-karat sebelum menghamburkan lampu-lampu sorot ke seisi stadion dengan 14.200 sekrup dan baut serta membentangkan 33.116 meter kabel-kabel listrik.

    Dari sudut pandang manapun, kami berbicara mengenai sebuah tempat yang benar-benar unik untuk menonton sepakbola dan, sebagaimana yang sudah terjadi, menyaksikan sejarah dari tahun ke tahun. Prestasi yang telah dicapai di atas lapangan sepadang dengan usaha mereka yang telah bekerja tanpa kenal lelah di balik layar untuk mempertahankan dan menjaga para pemain, para fans dan atmosfir unik kandang kita dan Juventus Stadium pun telah bekerja dalam sinergi sempurna demi menghantarkan enam tahun legendari nan penuh suka cita.

    Sebuah trofi Scudetto keenam secara beruntun akan diangkat ke langit Turin akhir pekan depan, sebuah capaian yang sama besar dengan stadion yang telah menjadi layarnya. Tiada yang lebih indah dari rumah sendiri.

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Information on the use of cookies
    This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
    If you want to know more about our cookie policy click here.
    By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
    OK