21.05.2017 17:00 - dalam: Serie A S

    We Are #LE6END

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Dengan juarai Scudetto keenam beruntun, kami telah menjadi legenda.

    Setiap gelar liga punya cerita istimewanya sendiri. Scudetto pertama dari siklus juara yang panjang ini diraih dengan melawan hal-hal asing di kandang yang baru tanpa kalah satu pertandingan pun. Yang ketiga dalam rentetan gelar ini adalah hasil dari 22 kemenangan liga dan 102 poin, keduanya menjadi rekor bagi kasta tertinggi liga Italia.

    Yang kelima tiba dengan cara yang belum pernah disaksikan oleh siapapun sebelumnya, bangkit dari empat kekalahan dalam 10 laga perdana pada musim itu untuk memenangkan 26 pertandingan berikutnya dari 28 laga tersisa, semuanya tanpa kebobolan satu gol pun di kandang mulai dari Januari hingga bulan Mei.

    Merangkak kembali ke dalam persaingan, berjuang keras melewati pesaing-pesaing anda dan juara di penghujung musim adalah sebuah capaian yang luar biasa. Untuk mempertahankan momentum yang sama itu dari pekan ke-1 ke pekan ke36 pada musim berikutnya adalah kebolehan sebuah klub besar sejati. Bianconeri tidak membiarkan standar-standar menurun. Meningkatkannya adalah cara satu-satunya.

    Juventus memuncaki Serie A dengan kemenangan 4-1 atas Cagliari pada 21 September lalu an mereka berada di sana sejak itu, jarang mempertahankan keunggulan kurang dari kelebihan satu pertandingan atas pesaing terdekat mereka.

    Kepemimpinan yang tidak dapat disangkal itu pertama kali dibangun dengan menang 1-0 atas Roma pada 17 Desember, sebuah kemenangan yang membuat mereka menjadi tim pertama dalam sejarah Serie A yang mengumpulkan 100 poin dalam satu tahun penuh.

    Bagian lain sejarah ditulis dalam hitungan minggu. Pada pembukaan kalender baru, Bologna menjadi korban Juve ke-26 secara beruntun di Juventus Stadium pada bulan Januari – juga menjadi korban pertama dari rentetan kemenangan yang indah ini pada Oktober 2015 – sebuah catatan yang secara definitif kini tersimpulkan menjadi 33 kemenangan kandang beruntun, enam kemenangan lebih sedikit dari rekor sepanjang masa Eropa.

    Fakta bahwa Sang Nyonya Tua memenangkan 25 laga di liga secara beruntun di Juventus Stadium lebih dari sekali cukup membuktikan kekuatan mistis suatu gelanggang pertandingan yang menggambarkan dominasi domestik sejak diresmikan pada September 2011.

    Meminjam ungkapan Pelatih Massimiliano Allegri, ini adalah musim keenam beruntun dimana Juve naik ke sepeda, tetap merendahkan kepada dan beradu balap hingga ke garis akhir.

    Tanpa melihat melampaui pertandingan berikutnya, selalu berusaha lebih baik dari pekan sebelumnya, Minggu demi Minggu, gelar demi gelar.

    Hal di atas adalah salah satu dari hal-hal konstan yang dapat menjelaskan apa yang terjadi sehak musim 2011-12.

    Di antara skuat ada Gianluigi Buffon, Andrea Barzagli, Giorgio Chiellini, Stephan Lichtsteiner, Claudio Marchisio – seluruhnya turun sejak awal pertandingan pada laga perdana yang digelar Juventus Stadium melawan Parma enam tahun yang lalu – dan Leonardo Bonucci yang tampil terbanyak dari pemain manapun pada ketika itu.

    Tentu saja, keenam pemain yang kini menjadi nama-nama legendaris ini bermain di bagian belakang lapangan dimana dari waktu ke waktu mereka telah membangun sebuah tembok yang tak dapat dibobol di sekitar gawang Buffon, sebuah pondasi kelas dunia untuk membangun sebuah tim juara.

    Siapapun yang mencari apa yang disebut rahasia sukses Juventus juga akan menemukan elemen terindah dari tak hanya klub besar ini, melainkan juga dunia olahraga. Tak ada satu pemain pun yang lebih penting daripada seluruh kumpulan pemain dan tidak banyak tim yang meresapi hal itu daripada tim ini.

    Pasangkan kebersamaan dan kekokohan itu dengan mentalitas juara yang tak pernah surut baik di dalam maupun di luar lapangan dan anda bisa jadi bagian tertentu di sana. Fino Alla Fine, bermula sebagai sebuah sorakan, kini tidak hanya menjadi sebuah motto tapi juga identitas keseluruhan klub sepakbola ini. Tim ini bertarung hingga akhir dan titik akhir itu adalah setelah enam gelar Scudetto beruntun.

    Banyak hal bisa terjadi dalam enam tahun tapi ketika itu terjadi pada Juventus dan juara, beberapa hal tak pernah berubah.

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Information on the use of cookies
    This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
    If you want to know more about our cookie policy click here.
    By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
    OK