07.08.2017 17:30 - dalam: Piala Super S

      Kesuksesan Piala Super

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Jelang final Piala Super melawan Lazio, Juventus.com melihat kembali lima kenangan mengesankan dari kejayaan masa lalu klub di kompetisi ini
      YANG PERTAMA

      Piala Suoer pertama diraih di bulan Januari yang dingin pada 1996 berkat satu serangan tunggal di menit ke-32: Paulo Sousa memberikan umpan kepada Alessandro Del Piero, Del Piero melepaskan umpan silang dari sisi kanan ke Fabrizio Ravanelli, Ravanelli menanduk bola hingga menuju Gianluca Vialli. Gol, 1-0 dan malam yang indah itu juga didukung oleh kompaknya lini pertahanan Juve yang dikawal oleh Angelo Peruzzi, Ciro Ferrara, Alessio Tacchinardi, Pietro Vierchowod dan Moreno Torricelli yang menjaga agar gawang Nyonya Tua tidak kebobolan.

      Dan tidak lama kemudian Juve merayakan gelar Piala Super kedua mereka – hanya 18 bulan kemudian tepatnya, saat dua gol Filippo Inzaghi dan gol Antonio Conte memastikan kemenangan telak 3-0 atas Vicenza di Stadion Delle Alpi Turin.

      DUA GOL DEL PIERO

      Rangkuman sejarah manapun dari Bianconeri tidak akan sama tanpa nama Alessandro Del Piero dan tidak mengejutkan jika pencetak gol terbanyak Juve sepanjang sejarah ikut terlibat dalam kesuksesan ini melalui dwigol yang dicetaknya di masing-masing babak di kemenangan Piala Super tahun 2002 melawan Parma.

      Setelah mencetak gol dari umpan terobosan rapi Marcelo Salas sebelim kemudian mencetak gol dengan memanfaatkan umpan silang dari Marcelo Zalayeta di sayap kanan, Alex tidak membuat kesalahan di tanah Tripoli untuk memperoleh kesuksesan Piala Super dalam musim lainnya yang kemudian berakhir dengan juara Serie A dan trofi lainnya. Mulai seperti yang kamu inginkan, seperti kata pepatah!

      TREZEGUET DAN BUFFON SANG PENYELAMAT

      Tidak diragukan lagi sebagai pertandingan paling ketat dari kesuksesan final Piala Super Juve yang ke-7, dimana takdir gelar di tahun 2003 ditentukan hingga tendangan paling akhir dari laga.

      Setalah 90 menit laga berlangsung tanpa gol, laga tiba-tiba berubah menjadi hidup ketika Andrea Pirlo, saat itu masih berseragam Milan, mencetak gol dari titik putih hanya beberapa saat sebelum pertengahan babak tambahan, namun keunggulan Rossoneri hanya bertahan 60 detik ketika David Trezeguet mencetak gol dari jarak dekat untuk membuat laga akhirnya ditentukan dengan tensi yang lebih tinggi: adu penalti.

      Dan di saat itulah ketika sang nomor satu dari Bianconeri, Gianluigi Buffon, beraksi dengan luar biasa, dengan menggagalkan penalti Cristian Brocchi.

      Ciro Ferrara akhirnya menentukan kemenangan dengan sukses mengkonversi penalti kelima Juve dengan sempurna.

      DUA FINAL, DELAPAN GOL!

      Antara 2012 dan 2013, Bianconeri kembali mengisi lemari trofi mereka dengan memenangkan dua final Piala Super secara beruntun yang dimainkan masing-masing di Shanghai dan Roma.

      Kwadwo Asamoah mencetak gol di laga debutnya bersama Juventus mengawali sorotan dari kesuksesan pertama di kesuksesan gelar ini; penalti Arturo Vidal di menit akhir memastikan kemenangan, yang sebelumnya tampak akan dimenangkan oleh Napoli berkat gol Edinson Cavani dan Goran Pandev, kemudian menuju babak tambahan, dimana pasukan Antonio Conte memastikan kemenangan melalui gol bunuh diri Christian Maggio dan diakhiri dengan gol dari Mirko Vucinic.

      Pada Agustus berikutnya kembali terjadi laga dengan empat gol, dan kali ini dengan tanpa kebobolan juga, saat Bianconeri mengalahkan Lazio di arena mereka sendiri – Stadion Olimpico – melalui gol-gol dari Paul Pogba, Giorgio Chiellini, Stephan Lichtsteiner dan rekrutan baru Carlos Tevez – pemain debutan Juve lainnya yang membuat tanda mereka di kompetisi ini, namun bukan yang terakhir!

      KESUKSESAN DEBUT DYBALA DAN MANDZUKIC

      Kesuksesan ketujuh dan terakhir Juve di Piala Super Italia Juve merupakan satu hal yang menonjol karena fakta bahwa bukan hanya satu, tetapi dua pemain yang membuat penampilan perdana mereka dalam seragam Bianconeri juga mencetak gol di Shanghai.

      Lazio sekali lagi korbannya, namun membuat pasukan Massimiliano Allgegri frustrasi  lebih lama dari pada dua pertemuan sebelumnya dan perlu hingga menit ke-69 bagi Mario Mandzukic untuk memecahkan kebuntuan, melalui sundulannya dari umpan Stefano Sturaro dari sayap kanan.

      Hanya empat menit kemudian, rekrutan musim panas lainnya merayakan gol yang dicetaknya, Paulo Dybala menerima umpan Pogva dari kiri sebelum menembakkan ke atas gawang untuk memastikan kemenangan dan rekor kesuksesan Piala Super ketujuh dengan meyakinkan.

      Bagi Mandzukic dan Dybala, ini hanyalah pertanda yang akan mengikuti selanjutnya, sebagaimana dua penyerang ini membentuk duet yang sangat baik di sepanjang musim bersejarah, dimana mereka mencatatkan 36 gol bersama di seluruh kompetisi yang menggiring klub kepada menyamai rekor lima gelar Scudetto beruntun serta gelar Coppa Italia kedua beruntun – sebuah catatan prestasi yang belum pernah diraih sebelumnya dalam sepak bola Italia.

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK