31.03.2017 10:00 - dalam: Serie A S

      Laga-laga tandang #NapoliJuve

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      1992, 2000, 2015: Tiga kemenangan paling berkesan Bianconeri atas Napoli diceritakan kembali di Juventus.com.
      1992: NAPOLI 2-3 JUVENTUS

      Setelah meraih tiga hasil imbang dan satu kemenangan dalam empat laga pembuka mereka di liga musim 1992/93, Juventus bertolak ke Naples pada 4 Oktober 1992 demi meraih tiga poin agar perjalanan musim mereka tetap terjaga.

      Baru lima menit, Bianconeri sudah unggul 1-0 ketika Roberto Baggio menyambut umpan Andreas Moeller sebelum melepas tendangan mendatar masuk ke tiang jauh.

      Giliran Moeller mencetak gol di babak kedua, mengarahkan bola ke pojok bawah gawang lawan dari sudut sangat sempit untuk menggandakan keunggulan tim tamu, sebelum kemudian Gianluca Vialli melesakkan sebuah tendangan bebas cantik di menit ke-80 hingga akhirnya membungkus sebuah kemenangan tandang yang tak terlupakan di lapangan yang mereka hanya menang dua kali pada dekade sebelum ini.

      Namun demikian, Napoli tak putus harapan untuk bangkit dan dua gol telat oleh Daniel Fonseca dan Gianfranco Zola membuat masa akhir laga jadi menegangkan buat Juve, yang akhirnya telah cukup mencetak gol lebih dulu untuk memastikan raihan tiga poin dibawa pulang ke Turin.

      2000: NAPOLI 1-2 JUVENTUS

      Sabtu 30 September 2000 menandai laga perdana Juventus di Serie A musim 2000/01 dan para fans yang mengadakan perjalanan ke Selatan, yakni ke Naples, sungguh disuguhi sebuah laga tandang istimewa.

      Tuan rumah, yang didukung oleh publik Sao Paulo yang begitu riuh, memberikan tekanan sejak peluit pertama dan menyebabkan segala masalah bagi pasukan Carlo Ancelotti.

      Edwin van der Saar harus memanfaatkan satu jarinya untuk menepis umpan silang Abdelilah Saber hingga melambung ke atas mistar, dan sang penjaga gawang Belanda dipaksa beraksi lagi untuk menghadang sepakan keras David Sesa dengan kedua kakinya.

      Namun tak banyak yang bisa ia lakukan terhadap sepakan langsung Roberto Stellone dari jarak dekat.

      Zinedine Zidane hampir saja menyamakan kedudukan bagi tim tamu ketika tendangan bebasnya melintasi kerumunan pemain sebelum akhirnya membentur tiang gawang.

      Juve tampil lebih baik di babak kedua dan, setelah Zidane dan Filippo Inzaghi mendapat sepasang peluang menjanjikan, Ancelotti memasukkan Darko Kovacevic yang memberi efek di menit ke-66.

      Baru beberapa detik masuk ke lapangan, sang pemain Serbia melompat tinggi seperti ikan salmon untuk menanduk umpan lambung Zidane ke mulut gawang dan gol.

      Delapan menit kemudian, Juve sempurnakan kebangkitannya: Sapuan buruk Napoli dicuri dan bola mengarah kepada Alessandro Del Piero, yang dengan cantik meloloskan diri dari pengawalnya sebelum melepas sebuah tendangan sangat deras ke pojok jauh gawang lawan.

      Ini adalah sebuah gol yang bernilai kemenangan di laga manapun, karena Juve mampu mempertahankan skor untuk memastikan diri mereka mengawali musim dengan tiga poin yang susah payah namun pantas diraih.

      2015: NAPOLI 1-3 JUVENTUS

      Setelah mengawali tahun 2015 dengan sebuah hasil imbang di kandang melawan Inter, Bianconeri memasuki laga berikutnya dengan didorong hasrat untuk membawa pulang kemenangan pertama pada tahun baru.

      Sementara itu Napoli memilih banyak motivasi sendiri, berupaya mempertahankan rentetan hasil tak terkalahkan di kandang atas Juventus sejak September 2000 dan selain itu memperlebar peluang mengikuti kualifikasi Liga Champions.

      Patenopai mengawali pertandingan dengan baik, Jonathan De Guzman melepas sepakan yang melambung ke atas mistar dari posisi yang bagus, tapi Sang Nyonya Tua tidak datang ke San Paolo untuk bermain bertahan dan kualitas menyerang mereka segera hadir.

      Pada menit ke-29, sepakan Carlos Tevez membentur kaki Fernando Llorente sehingga bola pun melambung ke arah Paul Pogba yang berdiri di pinggir kotak penalti, dan sang pemuda Perancis tak dapat menyambut bola dengan lebih baik lagi, mendemonstrasikan teknik tinggi untuk melepaskan tendangan volinya masuk ke tiang jauh.

      Martin Caceres hampir menggandakan keunggulan tim tamu sebelum jeda setelah masuk ke kotak penalti lawan dari kanan, namun Rafel Cabral mementahkan tendangannya.

      Waktunya sang pemain bertahan Uruguay untuk bersinar datang kemudian, tapi bukan sebelum Miguel Britos mencetak gol penyeimbang dari sebuah sepak pojok.

      Juve hanya punya waktu 20 menit untuk kembali bangkit dan mencetak gol kemenangan, namun mereka justru mencetak dua gol untuk mengamankan hasil pertandingan.

      Pertama Caceres menampilan insting membunuhnya demi menjebloskan bola tendangan bebas Andrea Pirlo, namun pasukan Massimiliano Allegri tahu mereka mungkin perlu mempertegas hasil akhir, khususnya setelah Gonzalo Higuain melesakkan sebuah tendangan yang melebar dari tiang jauh gawang Gianluigi Buffon.

      Karena Napoli terus mengincar gol penyieimbang lainnya, panggung siap dengan sempurna buat Juventus untuk menaklukkan tuan rumah melalui serangan balik dan itu mereka lakukan dengan cara yang paling manis ketika Arturo Vidal menembakkan bola ke langit-langit jala gawang lawan untuk memastikan kemenangan masyhur dan sangat menentukan dalam keberhasilan mereka meraih gelar Scudetto keempat secara beruntun.

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK