11.03.2017 19:00 - dalam: Serie A S

    Lima poin penting dari laga Jumat malam

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Mulai dari drama di penghujung laga hingga prestasi cemerlang lagi di Juventus Stadium, berikut adalah lima poin penting kita dari pertandingan Juventus vs Milan.
    1. TEROBOSAN BENATIA

    Fakta bahwa Medhi Benatia tampil untuk kesepuluh kalinya di liga musim ini pada Jum’at malam mungkin menjadi salah satu indikator terbesar akan kekuatan Juve di lini pertahanan.

    Karena Giorgio Chiellini masih dibekap cedera, Benatia hadir melawan Milan pada Jum’at malam untuk menyajikan penampilan luar bisa dengan kualitas tinggi.

    Berpasangan dengan Leonardo Bonucci, sang pria Maroko, bersama dengan mitra Italianya itu bebas mendikte permainan dari lini belakang dan pengaruh pasangan tersebut terhadap tim mereka dalam penguasaan bola jelas terlihat.

    65 umpan ke depan Benatia menjadikannya pengumpan terbanyak kedua – setelah Bonucci (70) – dan dengan tiga kali memotong aliran bola dan dua tekel, ia menjadi sang pemain bertahan dengan nilai tertinggi pada pertandingan itu, namun justru intervensinya di wilayah seranglah yang akan tertanam dalam ingatan.

    Menyambut sebuah umpan menyilang dari tengah, Medhi menerobos masuk ke wilayah Milan dengan kepercayaan diri seorang gelandang tengah sebelum masuk ke dalam kotak penalti lawan dan menyelesaikan umpan silang Dani Alves tanpa ampun dan ketenangan seorang penyerang untuk menyarangkan gol pertamanya untuk klub.

    Sebuah umpan ke belakang mengancam akan membatalkan kerja luar biasanya di akhir-akhir laga namun tak banyak mempengaruhi terhadap betapa menjanjikan turunnya kembali sang pemain Juventus bernomor punggung 4 itu.

    2. PENEBUSAN DYBALA

    Hanya ada satu orang pemain yang anda inginkan mengambil tendangan penalti di detik-detik akhir tambahan waktu. Dan meski Paulo Dybala yang gagal mengeksekusi tendangan 12 pas dalam adu penalti yang menghadiahi Milan trofi Piala Super pada Desember lalu, tidaklah mungkin sang bintang Juve ini akan melakukan kesalahan yang sama dua kali.

    Menurut pernyataan Dybala sendiri, upaya mencetak gol ke gawang Gianluigi Donnarumma lebih sulit ketimbang kelihatannya: “Itu tidaklah mudah. Gol tersebut sepertinya kecil di saat seperti ini, Ditambah lagi saya berhadapan dengan seorang kiper hebat dan saya masih teringat dengan kejadian di Doha. Saya menendangnya dengan baik dan tahu saya langsung mencetak skor.”

    Berposisi sebagai penyerang, penempatan Paulo tidak dapat lebih baik lagi. Tiga gol dalam tiga pertandingan kini bagi sang pemuda Argentina yang mulai menikmati tahun 2017 yang begitu subur.

    3. DANI SANG BERLIAN

    Dani Alves dibawa ke Turin dari Barcelona untuk memainkan peran menentukan di masa-masa penting, menyebarkan pengalaman segudangnya kepada sebuah skuat yang memang sudah bermental juara dan memberi tambahan kekuatan di sisi kanan.

    Dan, diposisikan lebih ke depan di sektor sayap, sang veteran asal Brazil ini mampu melakukan segala hal di atas dan mungkin lebih lagi pada laga Jumat malam melawan Rossoneri.

    Dikenal karena insting menyerangnya dan kegemaran mengirim sebuah umpan membunuh dari garis tepi lapangan, kualitas Alves bersinar seiring absennya Juan Cuadrado, menghantarkan sebuah umpan berbuah gol yang luar biasa bagi gol pembuka pada pertandingan tersebut.

    Ada ketakterdugaan yang besar dalam permainan Juve ketika baik Cuadrado maupun Alves turun bermain di sisi kanan – keduanya mampu menghasilkan hal yang benar-benar tak terduga – dan umpan manis Dani melintasi lini bertahan Milan yang tak bergerak yang mengarah kepada Benatia adalah momen berkelas nan hebat pada malam itu, di samping aksi-aksi heroik Donnarumma.

    Klinis di Porto dua setengah pekan yang lalu dan kekuatan kreatid saat menghadapi Milan, anda tak akan menemukan pemain penting di pertandingan besar daripada sang pria Amerika Selatan yang menakjubkan ini.

    4. PERTUNJUKAN STADION YANG MEGAH

    Para suporter disuguihi lebih dari sekedar hiburan selama 90 menit di Juventus Stadium kemarin malam, disamping penempatan waktu terjadinya penalti Dybala yang menjadi penentu kemenangan.

    Ketika laga akan dimulai di rumah para juara, pertunjukan cahaya spektakuler semakin menambah kemeriahan pertandingan tersebut.

    Bianconeri semakin mendekat kepada gelar Scudetto keenam beruntun dengan meraih kemenangan setiap pentas cahaya itu hadir tapi di saat yang sama itu bukan berarti kita tidak bisa waspada dengan laga-laga berikutnya...

    5. BUFFON: YANG TERBAIK MASIH AKAN TIBA

    Laga ketat Jumat malam lalu merupakan penampilan ke 613 Gianluigi Buffon di Serie A, membawa sang kapten Juve melampaui Francesco Totti ke tempat ketiga dalam daftar penampil terbanyak di kasta tertinggi sepakbola Italia.

    Buffon, yang lebih santai daripada Gianluigi satunya selama 90 menit, kini berada di posisi dua menit di bawag Javier Zanetti dalam lamanya penampilan di Serie A dan 34 menit lebih sedikit dari Paulo Maldini dengan 647 menit.

    Sebagaimana dikatakan sang bintang sendiri, yang terbaik masih akan tiba.

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Information on the use of cookies
    This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
    If you want to know more about our cookie policy click here.
    By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
    OK