12.05.2017 20:30 - dalam: Serie A S

      Pratinjau laga Roma Vs Juventus

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Juventus hadapi Roma di Stadion Olimpico pada Minggu malam ini dengan hanya perlu satu poin untuk merengkuh gelar Scudetto keenam beruntun.
      GAMBARAN SCUDETTO

      Laga yang berakhir imbang melawan Torino pada Derby della Mole akhir pekan lalu – disusul oleh kemenangan yang diraih Napoli dan Roma – memupuskan peluang perayaan gelar juara lebih dini tapi karena Bianconeri akan menghadapi klub ibukota pada Minggu malam ini (Senin dini hari WIB), gambaran Scudetto kini justru sangat sederhana.

      Karena Giallorossi dan Partenopei masing-masing tertinggal tujuh dan delapan dengan tiga laga lagi tersisa, sebuah hasil positif di Stadion Olimpico akan cukup bagi Juve untuk merengkuh mahkota liga untuk keenam kalinya secara berturut-turut mengingat catatan satu-lawan-satu Juve yang superior atas kedua tim tersebut.

      Khedira hasilkan satu poin di Naples pada bulan April.
      Juve unggul satu-lawan-satu atas Napoli dan Roma.

      Karena itu dengan satu kemenangan atas Roma yang telah menjadi pesaing terdekat Bianconeri dalam mengejar gelar juara dalam enam musim terakhir akan jelas lebih memuaskan, begitu pula menghapus catatan hasil imbang dua kali berturut-turut bagi armada Massimiliano Allegri.

      Laga Minggu malam nanti akan menjadi yang kedua kalinya dalam masa tiga musim dimana Sang Nyonya Tua bertandang ke Roma dengan mengincar kepastian gelar Scudetto.

      Meski gelar juara sudah dipastikan beberapa pekan sebelumnya, gol penentu kemenangan Dani Osvaldo di menit ke-94 pada laga ke-37 musim 2013/14 menempatkan Juve di jalur pemecahan rekor Serie A jumlah poin yang diraih dalam satu musim (102).

      YANG PERTAMA BERTEMU YANG KEDUA

      Tak perlu dikatakan lagi bahwa Juventus dan Roma secara konsisten telah menjadi dua tim terbaik di kasta tertinggi liga Italia, sebuah catatan yang didukung oleh statistik kedua tim.

      Orang-orang bilang bahwa para penyerang yang memberi anda kemenangan-kemenangan dan pemain-pemain bertahan yang memberi anda trofi-trofi dan itulah catatan yang nampaknya berlaku di Serie A sejauh ini di musim ini, dimana Juve sampai saat ini memiliki lini belakang terbaik di Italia dengan rekor hanya kebobolan 23 gol, diikuti oleh Roma dengan 32 gol.

      Sementara Giallorossi telah melepaskan tembakan lebih banyak daripada tim manapun (618), Bianconeri menerima tembakan paling sedikit daripada lawan-lawannya (321). Namun pasukan Luciano Spaletti  sudah mencetak 79 gol di musim ini, delapan gol lebih banyak dariada anak asuh Allegri.

      Meski nampaknya tidak akan turun pada laga nanti karena cedera, penyerang Roma, Edin Dzeko, memimpin dalam perolehan gol kandang sejauh ini (17) sedangkan penyerang Juve, Gonzalo Higuain, berada di tengah-tengah para pencetak gol tandang terbanyak Serie A (11), hanya pemain Napoli, Dries Mertens (13 gol tandang) yang lebih baik dari Pipita.

      Hanya pemain depan Napoli, Dries Mertens, yang telah mencetak gol tandang lebih banyak daripada Higuain (11) di musim ini

      Meski demikian, tinggal satu gol lagi Higuain akan menyamai Omar Sivori yang berusia 56 tahun dalam rekor 25 gol yang dicetak dalam satu musim liga. Sang pria Argentina masih punya lima pertandingan lagi untuk mencetak lima gol lagi demi menyamai catatan sepanjang masa Felice Borel yakni 32 gol di semua kompetisi.

      LAGA SEBELUMNYA

      Juventus menyamai rekor mereka sendiri dalam hal jumlah kemenangan kandang berturut-turut di liga (25) dengan mengalahkan Roma pada Desember lalu, mengumpulkan total 100 poin Serie A selama tahun 2016 ketika itu.

      Kemenangan atas Roma membawa Juventus kepada raihan 100 poin di tahun 2016.

      Dan, bukan untuk yang pertama kalinya pada musim ini, Bianconeri harus berterima kasih kepada Gonzalo Higuain, sang pemain bernomor punggung 9 itu melepas sebuah tendangan keras nan cantik melewati Wojciech Szczesny di menit ke-14, sebuah gol yang tetap menjadi penantang kuat untuk gelar gol terbaik musim ini.

      Sebuah kemenangan untuk Roma pada laga tersebut bisa menipiskan jarak mereka dengan Juve menjadi satu poin, pertemuan sebelum Natal itu menandai satu-satunya masa mereka benar-benar berjarak dekat dengan sang juara bertahan, dalam lima bulan terakhir sejak itu selisih poin masih tujuh.

      Secara umum rekor Juventus melawan Roma baik di mata para pecinta statistik Bianconeri, khususnya di masa-masa akhir-akhir ini.

      Lima belas kemenangan, lima imbang dan tiga kekalahan menggambarkan dominasi positif dalam 12 tahun terakhir. Apalagi, Juve hanya sekali gagal mencetak gol, yakni pada Februari 2013 di Stadion Olimpico di Roma.

      Meski begitu, Giallorossi lebih baik daripada Sang Nyonya Tua di kandang mereka sendiri di Serie A, menang 30 kali dibanding 25 kali buat Juve.

      Ditambah lagi, mereka hanya kalah satu kali dalam lima pertemuan mereka dengan Juve di Olimpico, tak pernah kebobolan lebih banyak dari satu gol dalam semua laga tersebut.

      Hanya satu kemenangan kandang buat Roma yang akan membawa perburuan gelar juara harus ditentukan dalam dua pekan terakhir musim ini.

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK