22.04.2017 01:20 - dalam: Liga Champions S

    Profil lawan: Monaco

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Pertahanan terketat di Eropa akan bertemu dengan salah satu tim paling produktif di benua biru, Monaco. Inilah yang perlu Anda ketahui sebelum semifinal Liga Champions bulan depan
    Sejarah klub

    Didirikan pada tahun 1924, Monaco telah memenangkan tujuh gelar Ligue 1, lima Piala Prancis dan tiga Piala Super Prancis.

    Mereka belum pernah memenangkan Liga Champions, namun berakhir sebagai runner-up setelah kalah dari Porto di final 2004 dan mencapai semifinal pada 1994 dan 1998.

    Klub Monagasque, yang bermain dengan warna kebanggaan merah putih, hanya memenangkan dua dari empat semifinal dalam kompetisi UEFA: Piala Winners UEFA pada tahun 1992 dan Liga Champion 2004 yang telah disebutkan sebelumnya.

    Pertemuan sebelumnya

    Ini akan menjadi yang ketiga kalinya Juventus dan Monaco saling berhadapan dalam sejarah Liga Champions dan Bianconeri selalu tampil di final setelah kedua pertemuan mereka sebelumnya.

    Pada 1997/98, Nyonya Tua mengalahkan tim Merah Putih dengan agregat 6-4: Alessandro Del Piero mencetak hat-trick sebelum Zinedine Zidane menambah keunggulan Bianconeri dalam kemenangan 4-1 di Turin yang membuat Juve berada dalam posisi terdepan untuk lolos ke final.

    Tim asuhan Marcello Lippi menyelesaikan pekerjaan mereka di Montecarlo, meski mengalami kekalahan pada putaran kedua dengan skor 3-2 yang menampilkan gol dari Del Piero dan Nicola Amoruso.

    Baru dua musim lalu, penalti Arturo Vidal di putaran pertama menjadi pembeda dalam kemenangan agregat 1-0 untuk anak asuh Massimiliano Allegri di perempat final UCL 2015 dalam perjalanan mereka menuju final di Berlin.

    Berjuang di tiga kejuaraan

    Musim ini, Monaco masih terlibat dalam tiga ajang dari total empat kompetisi yang mereka ikuti musim ini.

    Mereka memimpin di Ligue 1 dengan 77 poin berkat selisih gol yang superior atas Paris Saint-Germain (+63 berbanding PSG +46). Selisih gol yang luar biasa tersebut dihasilkan setelah tim Merah Putih mencetak 90 gol liga sejauh musim ini.

    Rabu depan, mereka akan bertemu dengan PSG di semifinal Coupe de France (semifinal Piala Prancis), tepat satu minggu sebelum memulai pertemuan pertama mereka di Liga Champions dengan Juventus di Stade Louis II di Montecarlo.

    Monaco juga mencapai final Coupe de la Ligue (Piala Liga Prancis), mereka kalah 4-1 dari musuh bebuyutan, PSG, pada 1 April.

    Petualangan Eropa

    Ini merupakan musim Liga Champions yang mengesankan sejauh ini bagi Monaco, yang berada di puncak grup yang berisikan tim seperti Bayer Leverkusen, Tottenham Hotspur dan CSKA Moscow setelah mencatat tiga kemenangan, dua seri dan satu kekalahan.

    Tim asuhan Leonardo Jardim kemudian akan memainkan peran mereka di salah satu pertandingan paling seru di kompetisi musim ini: putaran pertama babak 16 besar mereka harus menelan kekalahan 5-3 dari Manchester City, namun tiga gol tandang yang dicetak akhirnya terbukti sangat penting.

    Pelatih Monaco, Leonardo Jardim, telah melatih klub sejak 2014

    Kemenangan 3-1 mereka di Stade Louis II tiga minggu kemudian berhasil meraih satu tempat di babak perempat final Liga Champions dimana mereka mendapatkan undian untuk bertemu dengan raksasa Jerman, Borussia Dortmund, dan dua kemenangan dari dua pertandingan yang menghasilkan banyak gol kembali tercipta.

    Setelah mengklaim keunggulan dalam pertandingan tersebut dengan kemenangan tandang 3-2 di Signal Iduna Park, Monaco menyelesaikan pekerjaan di depan fans mereka sendiri pada Selasa lalu dengan skor 3-1 dan kemenangan agregat 6-3.

    Kunci kekuatan

    Monaco telah menghasilkan banyak gol sejauh musim ini, secara luar biasa mereka telah mencetak 145 gol di semua kompetisi sejauh ini.

    Kebangkitan Radamel Falcao adalah salah satu faktor penting dalam statistik ini, pemain depan Kolombia itu memuncaki tangga top skor timnya dengan 27 gol sejauh ini.

    Di satu sisi ada kekayaan pengalaman yang diberikan oleh mantan pemain veteran Porto dan Atletico Madrid, faktor kunci Monaco lainnya juga diuntungkan dari kepercayaan diri yang tinggi dari striker berusia 18 tahun Kylian Mbappe. Remaja tersebut memiliki 22 gol untuk namanya sejauh musim 2016/17, termasuk lima di babak sistem gugur Liga Champions.

    Dengan 18 pemain berbeda yang telah mencatatkan namanya dalam papan skor musim ini, cukup adil untuk mengatakan bahwa prestasi mencetak gol mereka yang tinggi merupakan upaya tim - salah satu dari beberapa tanda kekuatan dan kesatuan yang telah mendukung tim Merah Putih terbang tinggi sejauh musim ini.

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Information on the use of cookies
    This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
    If you want to know more about our cookie policy click here.
    By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
    OK