29.06.2017 15:00 - dalam: Serie A S

      Sepakbola menurut Max

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Sang tokoh di kursi pelatih: Massimiliano Allegri berbicara mengenai karirnya, metode dan pandangan terhadap sepakbola.

      Pendapat tentang olahraga kita, masa lampau, masa depan, Livorno kampung halamannya. Itulah topik-topik perbincangan panjang ketika Massimiliano Allegri duduk bersama Paolo Condo dari Sky Sport Italia pekan ini.

      Dalam sebuah wawancara spesial, Allegri mengungkapkan diri sebagai sosok luar biasa di kursi kepelatihan dan apa yang membuat dirinya begitu menyukai permainan indah ini.

      APAKAH MELATIH ITU

      “Bermain dan melatih adalah dua pekerjaan yang sangat berbeda. Saat anda menggantung sepatu anda, hal pertama yang anda perlukan adalah mengerti apa yang ingin anda lakukan dan yang penting adalah mengasah kemampuan anda untuk melakukannya.”

      “Sisi mental sepakbola sangatlah penting apakah itu sebagai seorang manajer ataupun seorang pemain. Seorang pemain yang bagus tentunya tidak bisa menjadi seorang pemain yang bagus jika tidak memiliki mental yang benar dan emosi yang seimbang.”

      “Kekalahan-kekalahan yang mengecewakan, pemecatan-pemecatan, momen-momen sulit, semuanya itu harus diterima dengan lapang dada; semuanya itu penting dalam perjalanan yang akhirnya bangkit mencapai puncak dalam karir olahraga anda. Sisanya hanyalah soal berada di tempat yang tepat, di waktu yang tepat.”

      PERJALANAN PANJANG MENUJU JUVE

      “Saya mempelajari keterampilan saya dari bawah, bekerja di klub-klub yang sedang dalam kesulitan finansial atau yang tanpa memiliki peralatan memadai untuk melaksanakan sesi latihan, dan pengalaman-pengalaman itu mengajari saya banyak hal.”

      “Pada situasi-situasi seperti itulah anda dapat menguji diri anda sendiri dan membangun tim anda: Ketika anda punya lapangan, bola dan dua gawang, itulah saat pekerjaan anda dimulai tanpa mengkhawatirkan segala hal lain di luar lapangan.”

      PERMAINAN MENURUT MAX

      “Pastinya, permainan kami sederhana: Anda perlu pemain-pemain bagus dan anda perlu mengetahui bagaimana mengoper bola. Saya tersenyum sendiri setelah pertandingan ketika orang-orang berbicara tentang keputusan-keputusan wasit, statistik-statistik dan formasi-formasi.”

      “Kita cenderung terlalu sering fokus pada hal-hal yang tidak relevan dalam olahraga ini, pandangan kita melewatkan penyelamatan-penyelamatan spekatakuler, dribble-dribble atau operan-operan yang mestinya kita perhatikan.”

      MENJADI HITAM-PUTIH

      “Dari tahun 2014, anda dapat merasakan kekuatan klub ini. Tentu saja, sejumlah besar suporter ingin menang lebih banak karena mereka memiliki suatu hubungan istimewa dengan Antonio Conte tapi melihat skuat yang saya pimpin, saya tahu sejak awal bahwa kami akan terus menjadi juara.”

      “Target untuk musim pertama saya adalah tidak banyak melakukan perubahan, mempertahan Scudetto dan mulai meningkatkan kiprah kami di Eropa. Lini belakang yang saya warisi sudah bisa bermain sebagai tiga maupun empat bek; kita berbicara tentang pemain-pemain belakang terbaik di dunia.”

      “Lucunya, saya merasa seperti baru pensiun ketika Barzagli pertama kali menapaki langkah pertamanya dalam sepakbola; saya ingat memberitahunya jika ia ingin terus bermain sebagai seorang gelandang, ia tidak akan keluar dari Lega Pro (Serie C) dan agar ia bermain 15 meter lebih ke dalam...”

      LANGKAH BERIKUTNYA

      “Musim kedua kami tidaklah semudah yang dibayangkan; kami menhadapi hilangnya beberapa pemain penting di musim panas dan kami harus mencari jalan untuk menyatukan pemain-pemain berpengalaman di ruang ganti dengan sejumlah wajah baru.”

      “Karena itulah saya yakin bahwa kami akan memenangkan Scudetto lagi dan saya sampaikan kepada para pemain sejak awal. Saya tertawa mendengar orang-orang mengatakan bahwa Juve sudah habus di awal musim itu.”

      “Awal musim yang buruk itu justru memberikan hal-hal baik bagi kami, terus memenangkan 25 pertandingan berturut-turut itu luar biasa dan suatu prestasi yang sulit terulang kembali.”

      “Rahasianya adalah mengabaikan klasemen liga dan fokus pada tim yang teoat berada di atas kami di setiap pekannya.”

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK