01.05.2018 16:00 - dalam: Serie A S

    Bernardeschi: “Fokus pada tujuan-tujuan kami”

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Penyerang Juventus, Federico Bernardeschi, siap untuk tantangan terakhir yang tersisa dalam musim debutnya bersama Bianconeri

    Empat laga tersisa hingga akhir musim, termasuk final Coppa Italia, dan enam poin dibutuhkan untuk secara matematis memastikan Scudetto ketujuh secara berturut-turut bagi Bianconeri. Juventus telah siap untuk satu dorongan terakhir, dengan determinasi yang sama seperti yang mereka tunjukkan saat mengalahkan Inter di menit-menit akhir di San Siro pada Minggu dini hari.

    Memasuki lapangan saat Juve tertinggal 2-1 dan hanya beberapa menit tersisa di penunjuk waktu, Federico Bernardeschi memberikan kontribusi dalam comeback menakjubkan itu di Milan, yang memperlihatkan Bianconeri mengembalikan keunggulan perburuan Scudetto ke tangan mereka.

    SEMANGAT KEBANGKITAN KEMBALI DI SAN SIRO

    “Kami semua terus percaya dan kami berhasil membawa pulang tiga poin yang kami perjuangkan dalam situasi yang sulit,” ujar penyerang Italia berusia 24 tahun ini. “Di sepanjang pertandingan, kami menemui kesulitan dalam waktu yang lama, tapi pada akhirnya kami bisa membalikkan hasil dan meraih kemenangan penting untuk Scudetto dan untuk grup ini, yang sekali lagi menunjukkan semangatnya.”

    TENTANG KONTROVERSI

    Pertandingan di Milan diikuti oleh serangkaian kontroversi, yang bagaimanapun juga tidak akan mempengaruhi situasi di ruang ganti Bianconeri: “Kami hanya terus melanjutkan kerja keras kami untuk mencapai tujuan-tujuan yang kami tetapkan dan kami 100% fokus di lapangan. Semua orang mendukung tim mereka dan tim yang menang adalah yang paling mengganggu para pendukung dari tim rival, tapi saya pikir itu adalah bagian dari permainan. Sejauh yang pahami, apa pun yang diucapkan di luar lapangan menjadi dorongan ekstra untuk mencapai tujuan-tujuan kami.”

    ASTORI, SEORANG PANUTAN BAGI SEMUA

    Setelah kekalahan Napoli dari Fiorentina di hari Minggu, Scudetto ketujuh beruntun kini ada di depan mata Bianconeri.

    Berkomentar mengenai mantan klubnya, Federico mengakui: “Saya memiliki banyak teman di Florence dan, setelah pertandingan itu, saya berkirim pesan dengan mantan rekan-rekan saya, termasuk ucapan terima kasih. Saya mengucapkan selamat kepada Fiorentina, yang menjalani musim yang hebat dan memiliki kekuatan besar untuk melewati masa-masa sulit seperti ketika ditinggal selamanya oleh Davide Astori.

    “Bagi saya, Davide adalah seorang sahabat, seorang pemimpin dan Ia memberikan nasihat-nasihat penting kepada saya sehingga saya dapat berkembang lebih baik. Saya menghabiskan dua setengah tahun bersamanya dan saya merasa sangat terhormat dapat bertemu dan bermain dengan dirinya.”

    FOKUS PENUH PADA TUGAS DI DEPAN MATA

    Dengan tiga laga liga tersisa dan, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, enam poin dibutuhkan untuk mempertahankan gelar, Bianconeri mengincar sebuah kemenangan penting di kandang pada Minggu dini hari mendatang melawan Bologna.

    “Ini adalah pertandingan yang penting,” tegas Federico. “Kami haru mendekatinya dengan kepala jernih dan semangat yang membara untuk menang. Ini adalah satu periode dari musim ini yang ditentukan oleh pertandingan-pertandingan krusial, tapi kami tenang, fokus dan penuh tekad untuk mencapai tujuan selanjutnya.

    “Kami pernah tersungkur, namun tidak juga terlalu senang dengan berbagai kejadian di musim ini. Kami hanya terus bekerja keras di lapangan dan, dengan melakukan itu, hasil demi hasil pada akhirnya akan hadir. Sukses tidak pernah diperoleh dengan begitu saja, tapi dengan memberikan pengorbanan itu akan lebih mudah untuk diperoleh.”

    SIAP UNTUK MELAJU HINGGA AKHIR

    Berbicara tentang pengorbanan, Federico telah banyak melakukannya musim ini. Setelah beberapa bulan yang positif dalam musim debutnya bersama Bianconeri, Ia dipaksa untuk menepi dalam waktu yang lama usai mengalami cidera di Derby Turin. Namun, penyerang Italia tersebut mengakui bahwa bahkan momen mengecewakan itu membantunya untuk menjadi orang yang lebih kuat:

    “Saya merasa lebih matang. Dalam sepanjang tahun ini, saya telah berkembang sebagai pemain dan sebagai seorang pria. Di usia 24 tahun, kemajuan seperti itu memang harus terjadi dan saya sangat bahagia. Yang saya inginkan saat ini adalah musim berakhir dengan sebaik mungkin bagi Bianconeri.”

    Share with:
    • 1
    • 3
    • 2
    Information on the use of cookies
    This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
    If you want to know more about our cookie policy click here.
    By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
    OK