_J017314_20210519115641218_20210520103821855_20210520105552

Kejayaan Terbaru

Musim 2015-2016 - #HI5TORY

Musim panas 2015, dalam banyak hal, menandai awal baru dalam evolusi tim dengan beberapa perubahan di dalam skuad. Ketika Andrea Pirlo, Arturo Vidal, Carlos Tevez dan Fernando Llorente mengucapkan selamat tinggal kepada kota Turin, pemain seperti Paulo Dybala, Sami Khedira, Mario Mandzukic, Simone Zaza, Juan Cuadrado dan Alex Sandro masuk ke dalam daftar total 10 pemain baru yang bergabung dengan Bianconeri. Musim itu dimulai dengan gelar Piala Super Italia ketujuh klub berkat kemenangan 2-0 atas Lazio di Shanghai, namun mereka mengalami awal yang kurang memuaskan di Serie A. Setelah 10 pertandingan, Si Nyonya Tua berada di posisi ke-12 dan jauh dari mencapai tujuannya untuk merebut gelar Scudetto kelima berturut-turut yang bersejarah. Kemudian, setelah kekalahan telak dari Sassuolo, beberapa pemain senior di dalam skuad, seperti Gianluigi Buffon dan Patrice Evra, menyerukan perubahan dan meminta karakter pemenang sejati tim agar hidup kembali. Tim membutuhkan sedikit waktu untuk mewujudkan hal ini dan, kemenangan mereka di derby atas Torino akhir pekan kala itu, menjadi awal 25 kemenangan dari 26 pertandingan mereka berikutnya di liga. Sementara itu, mereka juga menunjukkan penampilan hebat di Champions League, namun pada akhirnya gagal mengalahkan tim Bayern Munich yang brilian di babak 16 besar. Kembali ke kompetisi domestik, pasukan Allegri terus melanjutkan performa fenomenal mereka dan pada 13 Februari, mereka telah menyalip Napoli di puncak klasemen setelah mengalahkan Partenopei dalam pertandingan yang menegangkan di Juventus Stadium. Setelah kemenangan tandang atas Fiorentina pada 25 April, Juve berhasil menjadi pemuncak klasemen sekaligus menyelesaikan comeback paling luar biasa dalam sejarah sepakbola Italia untuk kembali menjadi juara liga kelima berturut-turut untuk pertama kalinya sejak perayaan Quinquennio pertama mereka pada tahun 1935. Prestasi itu dipastikan di hari berikutnya ketika Roma mengalahkan Napoli yang berada di posisi kedua di Stadio Olimpico – yang juga berikutnya menjadi saksi ketika Si Nyonya Tua meraih trofi Coppa Italia berikutnya. Dengan mengalahkan Milan 1-0 di perpanjangan waktu, Bianconeri menciptakan lebih banyak sejarah lagi dengan menjadi tim Italia pertama yang memenangkan liga dan piala sekaligus dua musim berturut-turut.

775162392_DB_9949_41E93C88058C46B14B244CD50B462094

Musim 2016-2017 - #Le6end

Pada musim panas tahun 2016, Bianconeri meningkatkan kualitas tim mereka. Kedatangan Miralem Pjanic, Dani Alves, Medhi Benatia, Marko Pjaca dan pemecah rekor biaya transfer klub Gonzalo Higuain membuat skuad Juve sangat kompetitif. Juve duduk di puncak klasemen liga dari pertengahan September hingga akhir musim saat mereka meraih gelar Scudetto keenam berturut-turut. Ini prestasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di sepak bola Italia. Pada musim yang sama, pasukan Allegri menaklukkan Lazio 2-0 di Roma untuk meraih Coppa Italia ketiga berturut-turut. Ini sekali lagi adalah prestasi yang belum pernah dicapai sebelumnya di Italia. Mereka juga akan mencapai final Liga Champions untuk kedua kalinya dalam tiga musim, mengalahkan lawan tangguh seperti Porto, Barcelona dan Monaco dalam perjalanan menuju Cardiff, di mana Real Madrid akhirnya menang. Namun demikian, ini adalah hal luar biasa untuk para pemain berseragam hitam dan putih.

775022252_DB_9053_2B936BB72FC313511EC9439E7048CD1F

Musim 2017-2018 - #MY7H

Juventus meraih Coppa Italia keempat berturut-turut dan Scudetto ketujuh berturut-turut pada musim 2017/2018. Angka tujuh adalah angka yang sangat penting untuk beberapa budaya. Bagi orang Mesir, angka itu melambangkan kehidupan. Orang Yunani memujanya, Plato menyebutnya 'anima mundi'. Ini adalah angka yang dianggap oleh budaya masa lalu, filsafat, dan agama sebagai simbol kesempurnaan. Sejak 13 Mei 2018, angka tujuh memiliki arti baru: Juventus. Tujuh gelar berturut-turut yang diraih adalah sesuatu yang luar biasa, tetapi tidak memuaskan kehausan untuk kemenangan. Tim Allegri telah menulis nama mereka di dalam buku sejarah.

775022252_DB_8935_6D88B7281B8155EF64A6C2B781A8581B

Musim 2018-2019 - #W8nderful

Tim kami yang sudah hebat ini semakin diperkaya selama musim panas. Emre Can, Spinazzola, Perin, Cancelo tiba dan Bonucci Kembali. Setelah itu, Cristiano Ronaldo, pemain terkuat di dunia juga direkrut oleh klub. Bianconeri segera menciptakan celah yang tidak bisa lawan oleh tim lain. Pada akhir September, selisih poin di klasemen dengan peringkat kedua Napoli sudah mencapai enam. Selisih poin segera menjadi 11 di akhir tahun. Bahkan perbedaan poin sempat 20 pada laga ke-12. Pada akhirnya selisih segera menjadi 17 saat menghadapi Fiorentina pada pertandingan yang akan menentukan keamanan gelar. Sungguh luar biasanya ajang Serie A milik Bianconeri. Untuk mengartikannya ke dalam bahasa media sosial, bisa dikatakan kalau musim ini adalah musim yang #W8NDERFUL.

775200868_VP_2833_9EF23129248CD3CF4180FE1CC869D0B0

Musim 2019-2020 - #STRON9ER

Juve menulis ulang sejarah sekali lagi untuk sembilan tahun berturut-turut. Untuk kali ini kami melakukannya dengan cara yang berbeda dan lebih berani: pergantian pelatih. Setelah bertahun-tahun sukses yang tak terlupakan dengan Allegri, Juve membawa Maurizio Sarri ke bangku cadangan untuk musim selanjutnya. Cara baru kami memasuki pertandingan yaitu dengan lebih agresif dalam pencarian penguasaan bola tidak mengubah nasib liga. Tentunya saingan di liga selalu berubah, bahkan selama musim yang sama. Inter menjadi rival awal, setelah itu Lazio juga memiliki harapan untuk melemahkan Bianconeri. Ketika persaingan sedang ketat dan tim Sarri hanya unggul satu poin di atas klasmen, dunia speak bola bagaimanapun harus berhenti. Covid-19 memaksa setiap orang untuk menjalani hari-hari yang terasa aneh dan berbeda. Berhari-hari berita medis, positif atau negatif terhadap virus disiarkan. Selama berminggu – minggu, hanya itulah yang terlihat di berita. Setelah lebih dari tiga bulan, stadion pun kosong dan dimainkan dalam suasana yang sepi. Namun Juve lebih kuat dari ini dan segera memperoleh keunggulan penting atas para pesaingnya. Yang terpenting adalah kami berhasil meraih Scudetto yang kesembilan secara berturut-turut (yang ke-38 dalam sejarahnya, dalam dua hari). Dan pada akhirnya ini semua untuk para penggemar, yang, bersama dengan tim, lebih kuat dari segalanya. STRON9ER.

12_J021743_20200706120220513_20200706012815

Musim 2020-2021 - Dua piala baru ditambahkan ke lemari trofi Juve

Juventus melanjutkan masa transisinya di musim 2020/21, menyambut setiap tantangan baru yang datang. Andrea Pirlo mengambil posisi pelatih dan ditugaskan untuk memimpin skuad yang penuh dengan pemain baru (Arthur, Federico Chiesa, Dejan Kulusevski dan Weston McKennie, pemain Amerika pertama yang pernah mengenakan jersey Bianconeri), dengan usia rata-rata yang turun secara signifikan. Dan Alvaro Morata juga kembali ke tim. Musim itu akan jauh lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya, dengan Juventus finis di posisi keempat untuk mengamankan sepak bola Liga Champions di musim berikutnya. Terlepas dari hasil ini, ada banyak momen hebat di sepanjang jalan, seperti kemenangan atas Barcelona di Camp Nou dan AC Milan di San Siro. Momen penting musim ini adalah kemenangan di Piala Super Italia dan Coppa Italia, dengan kedua gelar dimenangkan di Reggio Emilia. Juve mengalahkan Napoli 2-0 pada bulan Januari (Cristiano Ronaldo dan Morata dengan mencetak gol) untuk memenangkan Piala Super. Sementara di bulan Mei, Kulusevski dan Federico Chiesa yang mencetak gol saat Bianconeri mengalahkan Atalanta untuk meraih gelar Coppa Italia. Dan yang tak kalah pentingnya, Cristiano Ronaldo dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak Serie A dimana ia terus menunjukkan tekadnya yang tinggi untuk terus memecahkan rekor dari tahun ke tahun.

_J027263_20210519113500337_20210520103821859_20210520105517