_F1A5644_2021052720559449

REKAP JUVENTUS WOMEN MUSIM INI

SHARE
REKAP JUVENTUS WOMEN MUSIM INI
REKAP JUVENTUS WOMEN MUSIM INI
REKAP JUVENTUS WOMEN MUSIM INI

Satu kata untuk menggambarkan musim Juventus Women? LUAR BIASA, tentu saja!

Dengan perjalanan yang sempurna dan memecahkan rekor di Serie A, yang ditakdirkan untuk tetap berada dalam sejarah olahraga, musim ini juga penuh dengan kenangan dan perkembangan. Peluang untuk tumbuh datang dari momen terbaik, tentu saja, tetapi juga dari sedikit kekecewaan tahun ini.

22/22

Kami merayakan semua rekor, tetapi bagaimana perjalanan yang mengarah pada gelar keempat berturut-turut? Statistik dan hasil membuat segalanya tampak sederhana, tetapi kesulitan tidak berkurang, meski pun kemampuan Bianconere untuk mencapainya tampak mudah.

Semuanya dimulai melawan Verona, di mana kampanye liga musim lalu berakhir lebih awal. Babak pertama berjalan imbang, tetapi kemudian gol dari Girelli dan Caruso membuat skor menjadi 2-0. Laga kedua, melawan Empoli di Vinovo, langsung menjadi fase penting: comeback. Pada akhirnya, tiga poin menguntungkan Juventus: Bonansea dan Cristiana Girelli terbukti menentukan.

Di antara banyak kemenangan, momen-momen penting tidak diragukan lagi adalah duel perebutan puncak klasemen melawan Milan. Pertandingan pertama digelar di awal musim (pekan kelima) di San Siro. Pertandingan itu, di stadion yang megah, melawan lawan yang hebat, dan tiga poin krusial diamankan (berkat penalti Girelli) terbukti menjadi kemenangan yang memberikan energi dan kesadaran lebih lanjut. Yang kedua, dimainkan di Vinovo, dengan Rossoneri hanya tertinggal tiga poin di klasemen: hasil kedua tim menjadi penentu gelar liga. Namun seperti biasa, tidak ada ruang untuk kompromi: Juventus menang 4-0 dengan gaya.

Kesulitan nyata pertama terjadi antara pekan ketujuh dan delapan. Setelah dua kemenangan besar lagi melawan dua lawan papan atas (4-0 melawan Fiorentina dan Sassuolo), kesulitan dialami saat versus Florentia dan Napoli. Dalam kedua pertandingan tersebut, Juve kewalahan dan tertinggal, namun mereka bangkit dan terus berjuang meraih kemenangan. Enam poin itu adalah tanda kekuatan sensasional di liga.

Namun, ada kesulitan lain yang sekilas dan tak terduga datang dalam gelombang cedera. Pada beberapa kesempatan Pelatih Rita Guarino harus berurusan dengan absennya beberapa pemain penting dan tak lelah menyemangati timnya. Responsnya selalu luar biasa: Hyyrynen bermain di tengah pertahanan secara cemerlang, Staskova mengambil alih beban absennya Girelli, Cernoia mampu mencetak gol-gol penting pada saat dibutuhkan, dan Rosucci mengambil alih lini tengah saat tim membutuhkan kepemimpinannya.

Tim hebat ini mampu mengesampingkan setiap kesulitan yang ada dan memang begitu adanya, mereka pantas bersorak.

KEKALAHAN

Di musim super, beberapa kekecewaan juga terjadi. Tiga kekalahan tepatnya, meski pun semuanya di ajang berbeda. Yang pertama datang di Liga Champions, di Allianz Stadium, melawan Lyon. Klub Prancis itu menang 3-2, tetapi Bianconere meninggalkan lapangan dengan kepala tegak. Kekalahan kedua, di leg kedua, terasa getir, setelah berakhir dengan skor 3-0 untuk sang juara bertahan. Berbeda dengan leg pertama, Bianconere tidak mampu mengendalikan pertandingan dan menunjukkan kualitas mereka. Kekalahan ketiga terjadi di leg pertama semi-final Coppa Italia melawan Roma...

COPPA ITALIA

Sebagai juara bertahan Coppa Italia dari musim 2018/19 (kompetisi 2019/20 dibatalkan), Bianconere berhasil lolos ke semi final setelah tampil di tiga babak sistem gugur yang berbeda sebelum menghadapi Roma. Pertandingan di Stadion Tre Fontane adalah laga yang sulit dan melelahkan, berakhir 2-1 untuk kemenangan Giallorossi, yang meski kalah di leg kedua, lolos ke final karena regulasi gol tandang (mereka akhirnya meraih trofi usai mengalahkan Milan di final). Meski pun demikian, Bianconere menunjukkan ketahanan yang luar biasa dalam apa yang menjadi pelajaran penting dalam pertumbuhan dan pengalaman.

PIALA SUPER

2021 dibuka dengan trofi, yang dimenangkan di Chiavari dengan mengalahkan Roma di semifinal dan Fiorentina di final Piala Super Italia. Pertandingan melawan Giallorossi berlangsung kompleks, yang dimulai dengan cuaca yang hampir seperti musim semi sebelum harus menyelesaikan perpanjangan waktu di tengah badai es yang sangat lebat. Gol penentu, di perpanjangan waktu, dicetak oleh Cristiana Girelli, sedangkan di final melawan Viola, dimenangkan berkat sepasang gol Bonansea.

Women | Highlights Italian Super Cup | Juventus - Fiorentina

Women | Highlights Italian Super Cup | Juventus - Fiorentina

YANG PERTAMA DAN REKOR

Lina Hurtig, Dalila Ippolito dan Matilde Lundorf semuanya memenangkan trofi pertama mereka dengan seragam hitam dan putih, termasuk pemain muda: Alice Berti, Sara Caiazzo, Valentina Soggiu dan Michela Giordano.

Untuk pertama kalinya Juve mencetak sembilan gol dalam pertandingan kandang, melawan Pink Bari dalam pertandingan pertama: gol pertama Cecilia Salvai di liga bagi Juve dan Cristiana Girelli mencetak empat gol sekaligus pertamanya dengan seragam hitam dan putih.

Berbicara tentang rekor, Arianna Caruso, pemain pertama yang mencapai 100 penampilan untuk Juventus Women, menyelesaikan musim dengan tujuh gol atas namanya: yang pertama juga untuknya.

Itu juga merupakan musim di mana tidak hanya satu, melainkan dua pemain Juventus yang mencapai 50 gol hitam putih: Cristiana Girelli dan Barbara Bonansea.

Item Terkait