wsmall_151208-214801_bast081215spo_0584.jpg

Statistik dari Seville

SHARE
Statistik dari Seville
Statistik dari Seville
Statistik dari Seville

Hanya satu angka yang akan tersemat di benak para fans Bianconeri hari ini menyusul kekalahan 1-0 pada Rabu dini hari dari Sevilla di Estadio Sanchez-Pizjuan.

Juventus akan melaju ke babak 16 besar Liga Champions sebagai penghuni peringkat kedua di bawah Manchester City yang menyalip Juve ke puncak klasemen Grup D setelah menang 4-2 mereka atas Borussia Monchengladbach.

Ini adalah keempat kalinya (dari 11 penampilan) sang juara Italia lolos ke babak putaran gugur sebagai runner-up, tiga di antaranya di grup yang melibatkan dua klub asal Manchester, United dan City.

gruppo D matchday 6.png

Sebenarnya, pasukan Massimiliano Allegri bertolak ke selatan Spanyol dengan semangat tinggi, apalagi setelah berhasil mengalahkan tim Andalusia 2-0 di Juventus Stadium di akhir September lalu, namun sebagaimana pria Tuscany itu tegaskan dalam wawancara pasca laganya, Sevilla berbeda secara keseluruhan saat bermain di kandangnya.

Laga Rabu dini hari itu adalah kemenangan ke-11 Blanquirrojos dalam 12 pertandingan di kompetisi Eropa, dan kekalahan kedua Sang Nyonya Tua dalam 16 laga di Liga Champions, keduanya kekalahan itu didapat dari tangan lawan asal Spanyol.

Meski klasemen akhir grup berpengaruh pada nasib Bianconeri selanjutnya, statistik dari laga Rabu dini hari lalu itu menunjukkan performa kompetitif dari tim asuhan Allegri dalam pertandingan yang menghibur, terbuka dan ketat tersebut.

Mengingat tambahan 629 operan (dengan tingkat akurasi 82%), 19 tembakan dan 14 umpan silang yang dilakukan tim tamu, pernyataan Giorgio Chiellini pasca laga nampaknya layak dipercaya bahwa memang benar pasukan Allegri pantas mendapatkan hasil yang lebih baik malam itu.

touchmap sevillajuve.png

Beralih kepada penampilan individual mereka yang berseragam hitam dan kuning emas, penghormatan ditujukan sekali lagi kepada bek sayap Brazil, lima peluang diciptakannya adalah yang tertinggi di Sanchez-Pizjuan, dan Claudio Marchisio yang memuncaki daftar jumlah perebutan kembali bola (delapan), tekel (tiga), dan operan jauh sempurna (tujuh).

gallery_siv.jpg
wsmall_151208-231056_bast081215spo_0612.jpg

Namun bukan yang pertama kali pada musim ini Leonardo Bonucci menjadi pemain paling banyak melakukan operan dalam tim, mengirim bola kepada rekan setimnya 58 kali dengan 67 kali sentuhan bola.

Item Terkait