18.02.2019 18:00 - dalam: Liga Champions S

      Atletico Madrid dan Liga Champions

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Berikut lima pertandingan kandang yang dimenangkan Atletico dalam lima tahun terakhir

      Bermain di Madrid melawan Atleticojelas merepresentasikan salah satu laga paling sulit bagi tim lawan. Dalam lima tahun terakhir, dua di antaranya mengantar ke final Liga Champions, seperti halnya Juventus. Tim asuhan Diego Simeonetelah menghadirkan serangkaian penampilan yang patut dicatat, karena setiap laga tersebut menampilkan kualitas Los Colchoneros.

      2013-14: PEREMPAT FINAL KANDANG – ATELTICO MADRID-BARCELONA 1-0

      Ketika itu dua tim Spanyol bertemu – sesuatu yang kerap terjadi selama bertahun-tahun di Liga Champions. Di leg pertama di Camp Nou, tim merah-putih menebarkan ketakutan kepada Blaugrana dengan hasil imbang 1-1, lewat sebuah gol dari mantan pemain Juventus, Diego. Di leg kedua di Vicente Calderon, atmosfir pertandingan yang menyengat menambah keseruan. Gol Kokecukup untuk mengirim Atletico lolos ke semifinal. Tapi jarak skor antara kedua tim bisa saja lebih besar ketika Adrian dan David Villa hanya menghantam tiang gawang. Di tahun yang sama, Atletico akhirnya menjuarai liga pula, unggul tiga poin atas Barcelona di klasemen akhir.

      2014-15: 16 BESAR – ATELTICO MADRID-BAYER LEVERKUSEN 4-2 (ADU PENALTI)

      Pada leg pertama, Hakan Calhanoglu menjadi faktor penentu buat tim asal Jerman. Di leg kedua – bersama Mario Mandzukicyang memimpin lini serang – mereka menyamai agregat lewat sebuah gol dari Mario Suarez.

      Akan tetapi, 90 menit tidak cukup untuk menentukan hasil pertemuan. Arda Turan tampil hebat, tapi penampilannya itu tidak cukup untuk menentukan hasil laga. Berlanjut ke adu penalti. Dua kesalahan dilakukan: Raul Garcia menembak tinggi, sementara Jan Oblakmenggagalkan Calhanoglu dari titik putih. Dua kesalahan berikutnya menyusul – masing-masing oleh kedua tim – dimana Tobrak dan Koke gagal menyarangkan bola. Fernando Torres kemudian maju dan menaklukkan Leno. Kegagalan juga dialami Kiessling, yang nampak tidak sabar sehingga ia gagal. Itu berarti Atletico melaju ke final.

      2015-16: LEG KEDUA SEMI FINAL – ATLETICO MADRID-BAYERN 1-0

      Saat itu Simeonemelawan Pep Guardiola, dan laga itu penting buat Atletico untuk membalikkan hasil kekalahan 2-1 di Munich agar merebut tiket mereka ke final di Milan. Pertandingan tersebut berjalan sesuai perkiraan: Los Colchoneros mengawali laga dengan baik dan setelah 10 menit Saul Niguezmenciptakan sebuah aksi ciamik yang berakhir dengan sebuah tendangan yang masuk ke gawang lawan: 1-0. Bayern kemudian bereaksi, dengan persentasi penguasaan bola yang mencapai 75%. Pertahanan Atletico dipaksa beraksi dan mereka hampir saja mengubah skor menjadi 2-0 setelah Fernando Torres– yang mendapat assist dari Antoine Griezmann – menaklukkan Alaba dan menembakkan bola ke arah gawang. Untuk kedua kalinya dalam tiga tahun, El Cholo (julukan Simeone) dan pasukannya melaju ke final, melalui aksi menekan dan determinasi.

      2017: LEG KEDUA SEMIFINAL – ATLETICO MADRID-REAL MADRID 2-1

      Atletico bisa saja tereliminasi dengan mudah, tapi mereka terus mendemonstrasikan karakteristik mereka, terlepas dari kekalahan 3-0 di Bernabeu(lihat foto di atas), berkat sebuah trigol dari Cristiano Ronaldo. Atletico menunjukkan kemampuan mereka lewat gol-gol dari Saul Niguez dan Griezmann di 15 menit pembuka. Akan tetapi, sebuah kesalahan lini bertahan membuat harapan untuk membalikkan keadaan musnah ketika Iscomembuyarkan harapan mereka lewat sebuah yang menjadikan agregat 4-2. Tapi satu hal yang pasti, tim asuhan El Cholosekali lagi menegaskan mereka adalah tim pejuang.

      2018: PERTANDINGAN KELIMA – ATLETICO MADRID-ROMA 2-0

      Pada musim Liga Champions sebelum ini Atletico Madrid mundur selangkah ke belakang, setelah tersingkir di fase grup. Tapi yang membanggakan adalah kemenangan atas Romaberkat gol-gol dari Griezmann dan Gameiro (yang menghadapi Juventus musim ini saat menang atas Valencia). Kemenangan mereka di Final Europe League 2017-18dan kehadiran mereka di fase grup Liga Champions tahun ini menjadi bukti bahwa mereka sulit dikalahkan.

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK