21.10.2019 11:00 - dalam: Liga Champions S

      Fokus Lawan: Lokomotiv Moskwa

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Membedah kekuatan lawan kami dari Rusia

      Sebuah kemenangan dan kekalahan bagi pasukan Yuri Semin dalam dua laga Liga Champions sejauh ini: tim yang akan bertemu Juventus dalam partai lanjutan Grup D.

      PEMUNCAK KLASEMEN RUSIA

      Memuncaki klasemen dengan 29 poin dan baru menang 2-0 atas Akhmat Grozny pada akhir pekan lalu, Lokomotiv Moskwa ingin mengulangi prestasi mereka menjuarai Liga Primer Rusia sekali lagi seperti yang mereka lakukan pada 2017/18 (14 tahun setelah terakhir kali juara). Sejak 2016, Yuri Semin telah menjadi pelatih, selepas menghabiskan beberapa waktu sebagai pemain di klub yang sama. Biasanya, tim memainkan formasi 4-1-4-1 dan 4-4-2. Salah satu pemain kunci mereka adalah Guilherme, pemain Rusia naturalisasi asal Brasil, yang telah bermain di klub tersebut sejak 2007. Sementara itu, di pertahanan ada Vedran Ćorluka, yang merupakan runner-up Piala Dunia 2018 bersama Kroasia, selain ada Joao Mario yang tiba dari Italia, secara pinjaman dari Inter. Eder juga mewarnai skuad mereka, yang punya reputasi sebagai penentu juara Euro 2016 bagi Portugal dengan golnya di babak tambahan yang menandai kemenangan 2-1 di final lawan Prancis. Fedor Smolov salah satu pilar lainnya di lini depan tim.

      EKS-BIANCONERO: HOWEDES

      Di skuad Parovozy, ada mantan pemain Bianconeri. Adalah sang Jerman, Benedikt Howedes, kelahiran 1988, yang mengenakan kostum Hitam dan Putih pada musim 2017/18 namun menjalani tahun yang kurang beruntung karena lebih banyak berkutat dengan cedera yang membuatnya tidak bisa banyak bermain. Ia hanya tampil secara resmi dalam tiga penampilan dan mencetak satu gol.

      DUA LAGA AWAL

      Meski merupakan pertandingan yang ringan di atas kertas (di Allianz Stadium melawan tim berperingkat empat), Lokomotiv Moskwa akan tiba di Turin dengan koleksi tiga poin yang mereka amankan pada partai pertama lawan Bayer Leverkusen. Dua kesalahan pertahanan dari tim Jerman memberikan mereka kemenangan yang tidak terduga.

      Lokomotiv cenderung bermain dengan menumpuk pemain di belakang, dengan penguasaan bola mereka hampir tidak mencapai 36% (dibandingkan Bianconeri yang mencatatkan 51%). Sementara itu, mereka hanya mengklaim 74% operan sukses (berbanding 89% milik Juventus).

      Dalam serangan, Juventus telah menebar ancaman ke gawang lawan lebih banyak dari Lokomotiv, tapi juga dalam fase pertahanan, terlepas dari sikap taktis Moskwa, Bianconeri hanya mendapat 30 tembakan ke gawang, berbanding 35 milik Lokomotiv.

      Selain itu, soal ukuran daya jelajah, Juventus memiliki jarak tempuh sebanyak 225km, lebih banyak dari wakil Rusia yang membukukan 215km.

      Kesimpulannya, data-data tersebut menggambarkan kelemahan Lokomotiv, yang dengan penerapan 4-3-3 yang terkadang berubah jadi 4-5-1 dalam fase tanpa bola. Mereka kemungkinan akan mencoba meraih hasil imbang, dengan mengganggu pasukan Sarri melalui permainan transisi cepat. Joao Mario dan Krychowiak bisa menjadi dua pemain paling berbahaya dari pandangan tersebut.

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK