09.11.2019 18:00 - dalam: Liga Champions S

      Fokus lawan: Bayer Leverkusen

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Kondisi terkini dari klub asal Bundesliga Jerman ini.

      Berkat kemenangan 2-1 melawan Schalke 04, Sabtu (7/12) lalu, Bayer Leverkusen saat ini berada di posisi ke-4 di Bundesliga dengan 25 poin, terpaut enam poin dari sang pemuncak klasemen Borussia Mönchengladbach.

      Kevin Volland jadi topskor mereka di semua ajang dengan tujuh gol, diikuti oleh Lucas Alario (5), Leon Bailey (4), Kai Havertz (3), Karim Bellarabi (2), dan Sven Bender, Moussa Diaby , Paulinho, Charles Aranguiz (1).

      Pertandingan di BayArena ini akan vital bagi Leverkusen. Jika mereka menang atas Juventus dan Atletico Madrid gagal mengalahkan Lokomotiv Moskwa, maka Die Werkself-lah yang berhak lolos ke babak 16 besar Liga Champions.

      Pada duel pertama, 1 Oktober lalu di Allianz Stadium, armada Maurizio Sarri mampu menang 3-0 berkat gol-gol dari Gonzalo Higuain, Federico Bernardeschi, dan Cristiano Ronaldo. Leverkusen biasanya memulai laga dengan formasi dinamis 4-2-3-1, yang memang paling sering digunakan oleh Peter Bosz, sosok pelatih yang pada musim 2016/2017 memberikan debutnya kepada Matthijs de Ligt di Ajax.

      Garis pertahanan tinggi

      Menilik penampilan Bayer 04 Leverkusen pada duel pertama, karakteristik tim Jerman ini sangat didasarkan pada ide-ide pelatih mereka, Peter Bosz. Di bawah arahannya, Leverkusen gemar bermain menekan sangat tinggi, dan berupaya merebut bola secepat mungkin ketika bola dikuasai lawan. Mereka juga bermain sangat kompak.

      Itu semua adalah aspek yang membuat tim Jerman ini kerap bermain agresif dan berbahaya, tetapi di satu sisi membuat mereka rentan di lini belakang karena garis pertahanan tinggi yang mereka buat. Inilah celah yang sukses dieksploitasi Juventus di pertandingan pertama, terutama pada gol pertama dan ketiga.

      Dalam kedua situasi, Leverkusen tidak hanya membuat garis pertahanan yang jauh di luar area penalti mereka, tetapi juga terdapat seorang bek yang maju ke depan sehingga hanya tersisa tiga pemain bertahan.

      Pada gol pembuka, Higuain mampu menemukan ruang di lini pertahanan Bayer. Memanfaatkan lemparan ke dalam, dia sudah berada dalam situasi satu lawan satu dan sang penyerang Argentina sukses memaksimalkan kesempata ini.

      Adapun pada gol ketiga berawal dari umpan lambung Paulo Dybala ke Ronaldo, yang kemudian tinggal melewati lini pertahanan Bayer (yang hanya menyisakan tiga pemain).

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK