30.09.2019 16:30 - dalam: Liga Champions S

      Fokus Lawan: Bayer 04 Leverkusen

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Membedah kekuatan pasukan Peter Bosz

      Bayer 04 Leverkusen akan berlaga di Liga Champions untuk ke-12 kalinya. Setelah kalah 2-1 di kandang saat menjamu Lokomotiv Moskwa, klub Jerman tersebut akan menghadapi Juventus di Turin pada Rabu dini hari, 18 tahun setelah pertemuan pertama dan satu-satunya kedua tim.

      Tim Bayer 04 Leverkusen

      Pelatih klub Jerman tersebut berusia 56 tahun asal Belanda, Peter Bosz, dan ia telah melatih tim sejak 23 Desember 2018, dan sukses mengamankan posisi keempat klasemen akhir Bundesliga musim lalu. Timnya biasa menggunakan formasi 4-3-3 dinamis.

      Di bawah mistar ada Lukáš Hrádecký asal Finlandia, yang pada 8 September membela negaranya lawan Italia di kualifikasi Euro 2020 di Tampere.

      Pemain kembar Jerman, Lars dan Sven Bender menjaga lini pertahanan tim. Lars, merupakan kapten Leverkusen sejak 2009, sementara Sven menjadi andalan di jantung pertahanan. Bersamanya di bek sentral ada Jonathan Tah, yang kuat dalam duel udara. Bek kiri ditempati Wendell asal Brasil, yang telah berada di klub sejak 2014.

      Di tengah ada gelandang Cile, Charles Aranguiz dan ia bermain bersama penggawa Jerman, Kerem Demirbay dan Kai Havertz, dengan nama terakhir bisa berperan sebagai trequartista jika diperlukan formasi 4-2-3-1. Melawan Lokomotiv, pemain Austria, Julian Baumgartlinger yang sudah bersama tim selama empat tahun, bermain di tengah. Sisi penyerangan lawan Juventus tidak akan diperkuat oleh Leon Bailey karena mengalami cedera.

      Ada dua pemain yang biasa jadi andalan di depan: Karim Bellarabi dan Kevin Volland yang keduanya berasal dari Jerman dan menjadi ujung tombak pasukan Bosz.

      Filosofi Peter Bosz

      Menang itu menyenangkan: ini merupakan filosofi sang pelatih Belanda, Bosz sejak musim lalu di Bayern 04 Leverkusen. Dan untuk melakukan itu, tim harus menghormati prinsip klasik permainan modern: penguasaan bola lama, pressing tinggi, cepat memulihkan bola, banyak pergerakan tanpa bola, banyak berlari dan, tentu saja, kualitas dalam permainan pendek dan panjang.

      Semua elemen tersebut membuat calon lawan Juventus tersebut memiliki kampanye mengesankan di Bundesliga musim lalu, tentu saja, berujung raihan satu tiket Eropa. Formasi mereka bervariasi mulai dari 4-3-3 hingga 4-2-3-1, seperti yang mereka tunjukkan saat menghadapi Lokomotiv Moskwa.

      Statistik laga tersebut, saat klub Jerman tersebut kalah 2-1 dari Lokomotiv di kandang, menggambarkan filosofi yang memang diterapkan sang pelatih, meski gagal mencapai tujuan utama: 3 poin. Lawan klub Rusia tersebut, Bayer 04 Leverkusen punya 70% penguasaan bola, 88% akurasi umpan, dan daya jelajah mencapai 118.2 km.

      Angka-angka tersebut menjelaskan banyak hal tapi bukan segalanya. Juventus pastinya akan menghadapi tim dengan bekal kualitas yang mumpuni di Allianz Stadium.

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK