13.09.2019 13:00 - dalam: Serie A S

      Fokus Lawan: Fiorentina

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Fiorentina tampil lebih segar di musim ini
      Yang baru dari Fiorentina

      Musim ini, Fiorentina kembali dilatih Vincenzo Montella. Ia mulai bertugas sejak 10 April lalu, menggantikan Stefano Pioli. Di musim panas ini, skuad Fiorentina banyak berubah seiring dengan kedatangan sejumlah pemain baru.

      Di posisi kiper, ada kiper muda Polandia Bartlomiej Dragowski yang musim lalu dipinjamkan ke Empoli.

      Di lini belakang, Fiorentina kedatangan eks Juventus Pol Liorla yang dipinjam dari Sassuolo. Lalu ada Dalbert Henrique yang dipinjam dari Inter dan eks Bianconero lain Martin Caceres, serta Luca Ranieri yang kembali dari masa peminjamannya di Foggia.

      Di lini tengah juga terdapat banyak wajah baru. Terdapat Erick Pulgar (Bologna), Milan Badelj (Lazio), Rachid Ghezzal (Leicester), dan Gaetano Castrovilli (Cremonese). Lalu ada gelandang Brasil berusia 22 tahun. Pedro, yang tampil mengesankan bersama Fluminense di musim lalu.

      Lini depan Fiorentina juga mendapat penguatan dengan hadirnya Kevin-Prince Boateng (Sassuolo) dan Riccardo Sottil yang sudah kembali dari Pescara. Namun, yang paling mencuri perhatian adalah keberadaan Franck Ribery. Sayap Prancis ini baru saja mengakhiri karier 12 tahunnya di Bayern Munich dengan catatan 425 penampilan dan 124 gol.

      Riccardo

      Awal musim yang buruk

      Masih dalam tahap renovasi. Kiranya itulah yang menggambarkan kondisi Fiorentina di awal musim ini. Dalam dua laga pertama Serie A, mereka menelan dua kekalahan. Situasi ini sebetulnya sudah terbaca sejak musim 2018/19 di mana mereka nyaris terdegradasi. Jika menilik perolehan poin, musim lalu juga jadi musim terburuk mereka sejak 2004/05

      Dengan adanya banyak pemain yang masuk dan keluar, Viola sebetulnya punya potensi bagus di musim ini. Dalam dua laga pertama musim ini, mereka bermain dengan formasi 4-3-3, meninggalkan sistem 4-2-3-1 yang kerap mereka pakai di musim lalu. Saat takluk 3-4 melawan Napoli di laga pembuka, Fiorentina melepaskan 10 tembakan. Lalu, mereka melepaskan 16 tembakan ketika dibekap Genoa 2-1.

      Meski terlihat agresif, pertahanan mereka rapuh di mana mereka menerima 8 tembakan kontra Napoli dan 18 tembakan melawan Genoa. Mereka menerapkan garis pertahanan yang sangat tinggi tanpa dibarengi proteksi di lini tengah, sehingga membuka banyak ruang gerak bagi lawan.

      Di saat lini belakang jadi masalah utama, lini depan Fiorentina terbilang kurang efektif. Ada kesepahaman yang bagus antara trio ChiesaSottil, Boateng ditambah dengan potensi masuknya Ribery. Namun, mereka kerap menyia-nyiakan peluang.

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK