31.12.2019 13:00 - dalam: Serie A S

      Memori dan emosi dari 2019

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Menghidupkan kembali kenangan Juventus selama setahun: deretan momen dan protagonis

      Setahun terakhir bersama Juventus adalah tahun yang penuh emosi. Faktanya, 2019 adalah babak hebat lainnya dalam sejarah klub, dan sebelum menyongsong dekade baru, kami melihat balik apa yang telah terjadi selama setahun terakhir.

      KEBANGGAAN AKAN KEMENANGAN

      Dengan bangga kami melihat kembali 2019 dan banyak kemenangan yang terjadi. Kami di Juventus berada dalam posisi istimewa untuk merenungkan kembali keberhasilan masa lalu: melalui Juventus museum. Dan sekali lagi, sesuai tradisi, Lemari Piala telah menjadi rumah bagi sejumlah prestasi baru sepanjang tahun. 2019 melihat periode kepelatihan Massimiliano Allegri di Juventus berakhir selepas titel juara liga kelimanya - yang kedelapan secara beruntun bagi tim - dan itu merupakan kampanye yang ditandai dengan dominasi luar biasa Bianconeri selama putaran pertama musim. Piala Super Italia dimenangkan di Jeddah dengan gol dari Cristiano Ronaldo, yang kemudian melengkapinya dengan Scudetto.

      Bahkan tim wanita Rita Guarino mengalami tahun 2019 yang luar biasa, menjuarai liga (pada hari yang sama dengan Tim Utama), Coppa Italia dan Piala Super: dalam waktu singkat Juventus Women berubah dari wajah baru menjadi jaminan kesuksesan.

      Tapi Juventus Museum juga mengoleksi penghargaan individu, seperti kostum untuk penampilan ke-500 Giorgio Chiellini atau saat Andrea Barzagli yang mengakhiri karier sebagai pemain sebelum bergabung dengan staf kepelatihan Maurizio Sarri.

      2019 dan masa depan

      Musim sepakbola tidak bertepatan dengan tahun-tahun matahari. Meski pun demikian, 2019 sudah membuat kami berpikir tentang masa depan. Ada tiga protagonis besar yang memaksa kami untuk menantikan masa depan dengan harapan dan keingintahuan besar.

      Yang pertama adalah Maurizio Sarri. Di bawah komandonya, Juventus memulai proyek teknis baru yang sudah memiliki dua elemen yang terurai dan cukup membuat 2020 bisa berjalan menarik: perburuan Scudetto dengan Inter; finis pertama di fase grup Liga Champions dengan menyisakan dua laga, pencapaian yang belum pernah dicapai Juve dalam satu dekade terakhir.

      Yang kedua adalah Matthijs de Ligt. Sang pemenang Kopa 2019 berusia 20 tahun memberikan lebih dari sekilas pandangan tentang masa depan, bukan satu dua tahun tapi jangka panjang: bek Belanda telah menunjukkan dirinya sebagai salah sati talenta muda terbaik, bermain bersama dengan beberapa pemuda seperti Rodrigo Bentancur dan Merih Demiral, yang juga telah membuktikan kapasitas masing-masing dalam beberapa bulan terakhir.

      Yang ketiga adalah penonton di Allianz Stadium, pada laga Juventus Women-Fiorentina: 40,000 orang menghadiri laga sepakbola wanita - sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini menegaskan adanya antusiasme pendukung, serta juga titik awal pergerakan untuk menarik minat lebih besar, bahkan lebih besar setelah Piala Dunia indah yang dialami oleh tim nasional Italia di Prancis dengan delapan pemain Juventus memperkuat tim.

      KOLEKSI MOMEN

      Di balik arti kemenangan, setahun terakhir menjadi rumah dari berbagai situasi yang terkenang dalam memori para pemain, fans dan klub untuk setiap emosi kuat yang terkandung. Setiap fans memiliki momen dalam hati mereka yang membuat mereka merinding, foto khusus yang mereka perlihatkan kepada semua orang, atau momen yang mereka ceritakan berulang-ulang sepanjang 2019.

      Dalam urutan kronologis yang ketat, kami mencantumkan beberapa di antaranya.

      Kemenangan 2-1 di Naples dalam bentrok langsung memperebutkan Scudetto. Sepasang gol Moise Kean melawan Udinese, pemain Juventus termuda yang melakukannya sejak 1982. Comeback menghadapi Atletico Madrid dengan tiga gol dari Cristiano Ronaldo: 90 menit penuh adrenalin di level tertinggi Liga Champions. Debut Maurizio Sarri di Turin lawan Napoli, laga luar biasa yang menampilkan dinamika hasil, berakhir dengan kemenangan 4-3 untuk Bianconeri. Kemenangan Juventus di San Siro atas Inter, dengan gol pamungkas Gonzalo Higuain dari situasi umpan-umpan pendek cantik dan performa dominan. Tembakan berkelas Paulo Dybala yang menjadi penentu laga Juventus-Atletico Madrid di fase grup Liga Champions. Yang terakhir, sundulan Cristiano Ronaldo di Genoa, sebuah manifesto berkelas sang Portugal; teknik dan gerakan atletik luar biasa yang menjadi perbincangan luas di dunia.

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK