30.12.2019 21:30 - dalam: Laporan Resmi S

      Terima kasih, Mario!

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Striker Kroasia ini meninggalkan Juventus. Dia akan bermain di Qatar mulai Januari 2020

      Empat tahun sebagai aktor protagonis dengan gol-gol cantik dan menentukan.

      Mario Mandzukic, tak diragukan lagi, adalah pemain yang fundamental untuk Juventus. Selama empat setengah tahun bersama Juve, dia telah berkontribusi sangat banyak untuk kesuksesan klub. Mulai Januari 2020, dia akan melanjutkan kariernya di Qatar bersama Al-Duhail.

      Pemain asal Kroasia ini meninggalkan Juventus dengan raihan 9 trofi: 4 gelar Serie A, 3 Coppa Italia, dan 2 Piala Super Italia. Setiap trofi yang diangkat ke udara, Mario selalu ada di sana dengan gol-golnya maupun dengan performa totalnya.

      Super Mario telah mengenakan jersey hitam-putih dengan penuh kebanggaan dan karisma. Dari 162 penampilan, ia mampu mencetak total 44 gol: 31 gol di Serie A, 2 di Coppa Italia, 1 di Piala Super Italia, dan 10 di Liga Champions. Mustahil melupakan gol cantiknya melawan Real Madrid di Cardiff.

      Menaklukkan kiper lawan adalah keahliannya. Kemampuannya dalam duel udara adalah salah satu atribut terkuatnya, termasuk ketenangannya di dalam kotak penalti. Mandzukic adalah pesepakbola serbabisa. Di Juventus, ia rela bermain sebagai pemain sayap demi kebutuhan tim, yang membuat para fans berdecak kagum. Ia lebih dari sekadar seorang striker murni.

      Di laga pertamannya bersama kami, dia sukses mencetak gol, dengan menjebol gawang Lazio di Piala Super Italia di Shanghai. Gol ini membuka gelontoran gol-gol lain di laga-laga berikutnya. Sebanyak 13 gol dari 36 laga dicetaknya di musim debutnya (2015/16). Musim berikutnya (2016/17), ia mencetak 11 gol dari 50 laga. Dan dalam dua musim terakhir, Mario sukses mengemas 20 gol.

      Mandzukic tercatat sebagai pemain Kroasia dengan catatan gol terbanyak di Serie A bersama Juventus (31 gol). Dia juga topskor nomor dua Juventus di Liga Champions dalam empat musim terakhir dengan 10 gol, hanya kalah dari Paulo Dybala (11 gol). Namun di atas segalanya, 16 dari 31 gol Mario di Serie A merupakan gol penentu kemenangan saat laga tengah buntu tanpa gol. Statistik ini sendiri sudah membuktikan betapa krusialnya sosok Mr. No Good selama berseragam Bianconeri.

      Terima kasih untuk empat tahun yang fantastis ini, Marione! Semoga sukses!

      Share with:
      • 1
      • 3
      • 2
      Information on the use of cookies
      This website uses cookies and, in some cases, third-party cookies for marketing purposes and to provide services in line with your preferences.
      If you want to know more about our cookie policy click here.
      By clicking OK, or closing this banner, or browsing the website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.
      OK